close
Kader Berbagike-Islaman

Kisah Nyata Seorang Muslim yang memaafkan pemuda yang membunuh anaknya di Amerika

23561814_651759161878646_792864058907515716_n
Sumber foto: Faceboook.com

Dilangsir dari pemberitaan facebook yang menceritakan seorang Ayah yang memaafkan pembunuh anaknya di pengadilan, Amerika.  Menyaksikan seorang Ayah yang beragama Islam di Amerika Serikat, memaafkan pembunuh anaknya, hakim dan seisi ruangan menangis. Apa yg akan Anda lakukan kepada orang yg telah membunuh orang yg begitu kamu cintai?

Bisa ditebak, hampir semua orang mungkin akan melampiaskan kemarahannya. Tapi seorang Ayah yg bernama Dr Abdul Munim Sombat Jitmoud akan membuat kamu menangis haru. Alih-alih marah, Munim malah memaafkan, bahkan memeluk pria yg telah membunuh anaknya. Pemandangan itu pun membuat hampir semua orang di Pengadilan Kentucky, Amerika Serikat, menangis, pada 9 November 2017 lalu.

Momem yg sungguh mengharukan ini berawal dari peristiwa di bunuhnya anak Munim, pada 19 April 2015. Anak Munim yg bernama Salahuddin Jitmoud, saat itu melakukan pekerjaan sambilan sebagai penghantar pizza. Ia menghantar pizza kesebuah daerah di Lexington, Kentucky, AS. Itu adalah pizza terakhir yg harus dihantar pada malam itu, ditengah jalan, Salahuddin dirampok oleh tiga orang pria. Salah satunya adalah Trey Relford (24), yg kemudian menusuk Saluhuddin sampai meninggal. Dalam Persidangan itu, Relford sendiri pada akhirnya divonis bersalah dan diganjar hukuman penjara.

Nah, Hakim kemudian memberi kesempatan kepada Munim utk mengutarakan pendapatnya. Kalimat yg dilontarkan Abdul Munim, diluar dugaan dan membuat syok seisi ruang di Pengadilan. Dengan intonasi pelan, kalimat yg keluar dari mulut Munim sungguh mengharukan.

“Anakku, keponakanku, aku memaafkanmu, mewakili Salahuddin dan ibunya,”

“Aku tdk menyalahkanmu atas kejahatan yg telah kau lakukan,”

“Aku tdk marah padamu, karena terlibat menyakiti anakku,”

“Aku marah pada iblis,”

“Aku menyalahkan iblis,”

“Yang telah membimbing dan menuntunmu kejalan yg salah,”

“Untuk melakukan sebuah kejahatan yg mengerikan,”

“Memaafkan adalah berkah, atau amalan terbesar dalam Islam,”

Setelah mengatakan hal tersebut, Munim kemudian langsung memeluk Relford.

Pengacara Relford terlihat menangis.

Bahkan, hakim sampai memutuskan sidang reses, karena terus menerus mengusap air mantanya.

Relford sendiri hanya bisa meminta maaf kepada Munim.

“Aku sungguh kagum padamu, karena hanya orang kuatlah, yg bisa memaafkan mereka yg telah menyakiti orang tercintanya,” ujar Relford.

“Aku tdk bisa membayangkan kepedihan di hatimu, aku sungguh minta maaf dan berterima kasih utk semuanya,” ujar Relford.

Setelah itu Munim memeluk Relford dengan hangat. Terlihat Relford, seorang pemuda dengan badan tegap, tak bisa membendung air matanya.

Baca Juga:  PB HMI Kritik Menteri Agama soal LGBT

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yg luasnya seluas langit dan bumi yg disediakan bagi orang-orang yg bertaqwa. Yaitu orang-orang yg berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yg menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yg berbuat kebaikan.” (Ali – ‘Imran : 133 – 134)

 

Sumber: OnokOpoNews

Tags : Dunia IslamInspirasiKader BerbagiKe-IslamanKisahKomsasKomsas UM
Komsas

The author Komsas

Merupakan Komisariat HMI tertua di Kota Malang dan Komisariat pertama sebelum adanya HMI Cabang Malang. Komisariat yang terlahir dari Kampus Universitas Negeri Malang yang dulunya di kenal dengan IKIP Malang.