close
Kader BerbagiKe-HMIanSeputar Kampus

Konflik dengan IAIN Bengkulu, HMI Menolak Diajak Musyawarah

Warek III IAIN Bengkulu Tertibkan Atribut HMI
Warek III IAIN Bengkulu Tertibkan Atribut HMI, Bagian Dari Aturan Kampus

Bengkulu – Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menggelar demo di depan kampus IAIN Bengkulu pada Kamis (2/4/2018) menolak diajak musyawarah oleh Wakil Rektor III IAIN Bengkulu Dr Samsudin. Alasannya, HMI ingin Rektor IAIN Bengkulu Prof Dr Sirajuddin yang menemui mereka. Massa HMI juga menolak ketika diupayakan mediasi dengan meminta perwakilan dari massa HMI sebanyak 5 orang, HMI bersikeras seluruh massa yang berdemo ikut dalam mediasi.

Menyikapi hal itu, Wakil Rektor III IAIN Bengkulu Dr Samsudin akhirnya menggelar konferensi pers. Dalam keterangannya, Dr Samsudin menegaskan bahwa tindakannya mengamankan bendera dan spanduk HMI telah sesuai prosedur yang diatur oleh IAIN Bengkulu. Namun, jika tindakannya mengamankan atribut HMI tersebut membuat HMI tersingung, dirinya menyatakan permintaan maaf.

Warek III IAIN Bengkulu saat menggelar konferensi pers

Saya menyampaikan permohonan maaf kepada komisariat, cabang HMI, PB HMI dan KAHMI, kemudian juga pihak Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kota Bengkulu,” kata Dr Samsudin.

Dikatakan Samsudin, pihaknya siap menerima HMI untuk memberikan klarifikasi atas kejadian itu, yakni pengamanan spanduk dan bendera HMI. “Selaku warek III saya bertanggungjawab, selaku manusia ada kelebihan dan kelemahan. Saya secara pribadi kalau di dalam penertiban itu tidak di sukai orang-orang berkaitan yang di tertibkan atas nama pribadi dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan menyampaikan permohonan maaf kepada komisariat HMI, Cabang HMI, pengurus PB HMI dan KAHMI,” sampainya.

Ditambahkan Sri Ihsan dari Humas IAIN Bengkulu, pihak IAIN Bengkulu dari awal sudah mengupayakan mediasi dengan mengajak bermusyawarah, namun ada salah satu dosen alumni HMI yang membubarkan aktifis HMI agar tidak melakukan mediasi.

Warek III IAIN Bengkulu Tertibkan Atribut HMI, Bagian Dari Aturan Kampus

Alumni Fakultas Ushuludin dan Dakwah IAIN Bengkulu H Evan Trijasa menyarankan polemik antara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan IAIN Bengkulu harus dikedepankan melalui upaya mediasi atau musyawarah. Hal tersebut penting, mengingat dua institusi tersebut sama-sama menyandang label Islam.

Baca Juga:  Cerita Jokowi di Munas KAHMI dan Gelar Pahlawan untuk Lafran Pane

Menurut Evan, dengan musyawarah maka tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, terlebih ajaran Islam mengajarkan demikian. Evan yang juga ketua Alumni Mahasiswa Ushuludin dan Dakwah IAIN Bengkulu mengimbau agar HMI tidak terprovokasi oleh oknum-oknum yang memanfaatkan kesalahpahaman itu, sebab menurut Evan bisa saja ada oknum yang tidak suka dengan IAIN Bengkulu memanfaatkan situasi. Begitupun dengan pihak IAIN Bengkulu agar tidak dicampuri oleh kepentingan oknum yang tidak suka dengan HMI.

Evan juga menyarankan kepada IAIN Bengkulu agar mencabut laporan atas dugaan penganiayaan oleh aktifis HMI yang berdemo pada Kamis (29/3/2018) lalu, meskipun laporan tersebut bersifat pribadi. Dengan begitu, HMI juga mencabut laporan terkait dugaan tindakan tidak menyenangkan. “Kalau diselesaikan secara musyawarah dengan kepala dingin maka masalah selesai, Islam mengajarkan sifat pemaaf, Allah saja maha pemaaf, kenapa kita manusia harus sombong tidak mau memaafkan, soal meminta maaf tidak lagi bicara salah dan benar, hamba Allah yang beriman dan bertaqwa tidak akan saling menyakiti sesama saudaranya“.

Rektorat IAIN Bengkulu : Ada Peraturan Yang Melarang Membuka Stand di Area Kampus

Sebelumnya, massa dari HMI menggelar aksi demo di kampus IAIN Bengkulu pada Kamis (29/3/2018). Dalam demo itu, HMI mengecam tindakan Wakil Rektor III IAIN Bengkulu yang mengamankan spanduk dan bendera HMI. Setelah menggelar aksi demo, pada Jumat (30/3/2018) HMI juga menggelar konferensi pers dengan tuntutan meminta Wakil rektor III IAIN Bengkulu meminta maaf dan dicopot dari jabatannya.

Kemudian, pada Senin (2/4/2018) HMI kembali menggelar demo di depan gerbang kampus IAIN Bengkulu. Dalam demo tersebut, HMI menolak ditemui Wakil Rektor III melainkan ingin ditemui Rektor IAIN Bengkulu. Tuntutannya masih sama, yakni ingin Wakil Rektor III IAIN Bengkulu dicopot.

Baca Juga:  Pacitan - 760 Siswa Ikuti Ujian di Masjid Akibat Banjir Bandang

Namun saat upaya mediasi diupayakan dengan meminta 5 orang perwakilan dari HMI, massa menolak dan meminta semua massa diizinkan masuk. HMI juga mengancam akan membawa massa lebih banyak.

Sementara Wakil Rektor III IAIN Bengkulu Dr Samsudin mengatakan bahwa penertiban atribut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bengkulu dinilai sudah sesuai prosedur. Hal ini dilakukan karena pemasangan atribut tersebut tidak ada izin kepihak kampus.

Buntut dari konflik itu, aktifis HMI melaporkan Dr Samsudin ke Polisi atas dugaan tindakan tidak menyenangkan. Sementara, salah satu petugas security kampus IAIN Bengkulu yang diduga dipukul oleh aktifis HMI saat berdemo juga melapor ke Polsek Selebar atas dugaan penganiayaan.

Penulis: Joko Susanto

Tags : Berita HMIHMI BengkuluHMI Cabang BengkuluHMI IAIN BengkuluHMI NewsKader BerbagiKomsasKomsas UMKonflik dengan IAIN Bengkulu dengan HMI
Komsas

The author Komsas

Merupakan Komisariat HMI tertua di Kota Malang dan Komisariat pertama sebelum adanya HMI Cabang Malang. Komisariat yang terlahir dari Kampus Universitas Negeri Malang yang dulunya di kenal dengan IKIP Malang.