close
Karya Tulis

GENERASI ALPHA Generasi yang bagaimana ?

IMG_20201211_114420

GENERASI ALPHA Generasi yang bagaimana ?

Pernahkah kalian mendengar istilah Gen Alpha ? Pasti diantara pembaca ada yang menjawab, Gen Alpha adalah sekelompok  pemimpin terkuat di werewolf. Alpha ? Bukannya itu simbol matematika yang menyatakan variabel sudut ? Sayangnya, pemaknaan tersebut kurang sesuai dengan konteks yang akan dibahas.

 

Lalu, Apa itu Gen Alpha ?

Gen Alpha adalah kelompok demografi yang terlahir setelah Generasi Z. Pada tahun 2008, peneliti sosial Mark McCrindle menciptakan istilah “Generation Alpha” untuk mengidentifikasi kelompok yang lahir setelah Generasi Z. Tahun kelahiran Gen Alpha dimulai sejak tahun 2010 dan akan mencapai puncaknya pada tahun 2025.

Gen Alpha dikenal sebagai generasi yang lebih cerdas dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Mereka adalah generasi yang terdidik, lebih terdidik daripada generasi Z (Generasi Millenial). Meskipun usianya masih terbilang muda, saat ini Gen Alpha sudah sangat berpengaruh terhadap perputaran ekonomi dunia. Menurut ahli strategi pemasaran, Christine Carter , Gen Alpha menghabiskan 18 juta dolar per tahun hanya untuk konsumsi mainan, pakaian, dan perangkat teknologi baru yang cuma ada di zaman ini.

Mengutip makna “Alpha” dalam matematika dan dalam karya fiksi, Alpha juga bermakna tak terbatas serta diartikan sebagai sebuah kelompok pemimpin. Dari kedua hal tersebut,  Gen Alpha dapat kita definisikan sebagai generasi terdidik yang memiliki pandangan / ide tak terhingga mengenai sebuah hal sehingga generasi ini dirasa mampu menjadi pemimpin yang kuat.

Lahir di tengah-tengah maraknya isu pemanasan global dan pesatnya perkembangan teknologi, generasi ini memiliki sifat dan sikap yang dilatarbelakangi oleh keadaan tersebut.

 

Apa Saja Sifat-Sikap dari Gen Alpha ?

  1. Rasa Keingintahuan yang Besar.

Lingkungan yang dipenuhi keberagaman menciptakan keunikan tersendiri di dalam identitasnya. Hal ini tentu saja menarik perhatian dan menimbulkan rasa keingintahuan di dalam diri generasi Alpha. Dari rasa keingintahuan tersebut, generasi ini mudah mengeksplorasi informasi yang ada disekitarnya serta lebih aktif dalam mendalami bakat minatnya.

Baca Juga:  Tips for Doing Your Nails: never be afraid of color

 

  1. Kreativitas Tinggi.

Terbiasa hidup di era perkembangan teknologi membuat generasi ini mau tak mau harus mengikuti arus perkembangannya. Banyak teknologi dan informasi baru yang tercipta dari daya kreativitas yang tinggi.  Generasi ini berperan sebagai pengguna kemajuan teknologi yang ada. Namun, tak hanya berperan sebagai pengguna saja, generasi ini juga mampu berperan sebagai konten kreator yang kreatif dan inovatif.

 

  1. Berpikir Kritis, Solutif dan Berjiwa Pemimpin.

Banyaknya persoalan yang kerap dijumpai pada kehidupan sehari-hari membuat generasi ini terdorong untuk menemukan penyelesaian dari hal tersebut. Menemukan solusi dengan berpikir secara matang-matang dan menelaahnya lebih dalam lagi. Dari berpikir kritis, seseorang akan lebih bertanggung jawab dalam menentukan keputusan. Tanggung jawab ini beriringan dengan sisi kepemimpinan yang tumbuh pada dirinya. Dengan begitu, generasi ini mampu menjadi pelopor aktif menuju perubahan yang lebih baik.

 

  1. Empati dan Peduli Lingkungan Sosial.

Hidup di tengah maraknya isu pemanasan global menjadikan generasi ini peka terhadap lingkungan. Menciptakan sebuah gerakan peduli lingkungan sebagai upaya pencegahan bencana dan perbaikan lingkungan hidup. Tak hanya itu, banyak juga  kasus yang membuat kesehatan mental terganggu. Mulai dari tindakan bullying, tindak kriminal, kekerasan seksual, dan kasus-kasus lainnya yang mengakibatkan sejumlah nyawa terenggut karenanya. Melihat kondisi tersebut, generasi ini menjadi sadar akan pentingnya peduli sosial sebagai bentuk kesehatan mental. Dengan kata lain, Gen Alpha tak hanya cerdas secara intelektual namun juga cerdas secara emosional.

 

Kemudian, apakah yang disebut Gen Alpha hanyalah seseorang yang lahir pada tahun 2010 hingga 2025 ?

Tentu saja tidak. Sesuai dengan tanda masuknya,  Gen Alpha dapat diartikan juga dengan sekelompok orang yang mulai berperan sebagai pengguna dan mengikuti kemajuan teknologi sejak tahun 2010. Seperti hal-hal yang sudah dipaparkan, setiap orang bisa disebut sebagai Gen Alpha apabila memenuhi ciri-ciri maupun sifat-sikap seperti penjelasan di atas. Oleh karena itu, meskipun kita tidak tergolong dalam Generasi Alpha secara usia, setidaknya kita perlu menghidupkan sifat dan sikap positif yang dimiliki oleh Gen Alpha. Sebagai pemuda Indonesia, mari kita persiapkan diri menjadi pemimpin dan penggerak yang baik di tahun emas Indonesia 2045.

Baca Juga:  Kisah Nabi Ibrahim (Bagian ke-5): Dakwah Nabi Ibrahim

Penulis
natasha_izza
Ilustrator
ayuniken.316

Tags : Generasi alphaKomsassastraum
Panca

The author Panca