close
Kader Berbagike-Islaman

Kisah Nabi Ibrahim (Bagian ke-5): Dakwah Nabi Ibrahim

kisah-nabi-ibrahim

Sementara penduduk Babilon, mereka menyembah berhala. Mereka inilah yang didebat Ibrahim dan berhala-berhala mereka dihancurkan Ibrahim, diperlakukan secara hina dan dijelaskan sisi kebatilannya, seperti yang Allah sampaikan dalam firman-Nya, 

“Dan dia (Ibrahim) berkata, ‘Sesungguhnya, berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, hanya untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu akan saling mengingakari dan saling mengutuk; dan tempat kembalimu ialah neraka dan sama sekali tidak ada penolong bagimu’.” (Al-Ankabut: 25).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surah Al-Anbiya’,

“Dan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun) telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk dan Kami telah mengetahui dia. (Ingatlah), ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, ‘Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?’ Mereka menjawab, ‘Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya.’ Dia (Ibrahim) berkata, ‘Sesungguhnya, kamu dan nenek moyang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.’

Mereka berkata, ‘Apakah engkau datang kepada kami membawa kebenaran atau engkau main-main?’ Dia (Ibrahim) menjawab, ‘Sebenarnya Rabb kamu ialah Rabb (pemilik) langit dan bumi; (Dialah) yang telah menciptakanny; dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas itu.’ Dan demi Allah, sungguh, aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu setelah kamu pergi meninggalkannya. Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka berkata, ‘Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sungguh, dia termasuk orang yang zalim.’

Mereka (yang lain) berkata, ‘Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim.’ Mereka berkata, ‘(Kalau demikian) bawalah dia dengan diperlihatkan kepada orang banyak, agar mereka menyaksikan.’ Mereka bertanya, ‘Apakah engkau yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?’ Dia (Ibrahim) menjawab, ‘Sebenarnya, (patung) besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara.’ Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan berkata, ‘Sesungguhnya, kamulah yang menzalimi (diri sendiri).’ Kemudian mereka menundukkan kepala (lalu berkata), ‘Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa (Berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara.’

Dia (Ibrahim) berkata, ‘Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu? Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?’ Mereka berkata, ‘Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.’ Kami (Allah) berfirman, ‘Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!’ Dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi’.” (An-Anbiya’: 51-70).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surah Asy-Syu’ara,

“Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, ‘Apakah yang kamu sembah?’ Mereka menjawab, ‘Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya.’ Dia (Ibrahim) berkata, ‘Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)? Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakan kamu?’ Mereka menjawab, ‘Tidak, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat bergitu.’

Dia (Ibrahim) berkata, ‘Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu? Sesungguhnya, mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya Rabb seluruh alam, (yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku, dan Yang memberi makan dan minum kepadaku; dan apabila kepadaku, dan Yang memberi makan dan minum kepadaku; dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku (kembali), dan Yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat.’ (Ibrahim berdoa), ‘Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh’.” (Asy-Syu’ara: 69-83).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surah Ash-Shaffat,

“Dan sungguh, Ibrahim termasuk golongannya (Nuh). (Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci, (ingatlah) ketika dia berkata kepada Tuhannya dengan hati yang suci, ‘Apakah yang kamu sembah itu? Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu? Maka bagaimana anggapanmu terhadap Rabb seluruh alam?’ Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang, kemudian dia (Ibrahim) berkata, ‘Sesungguhnya, aku sakit.’ Lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya.

Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata, ‘Mengapa kamu tidak makan? Mengapa kamu tidak menjawab?’ Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya. Kemudian mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya. Dia (Ibrahim) berkata, ‘Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? Padahal Allahlah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.’ Mereka berkata, ‘Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.’ Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)-nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina’.” (Ash-Shaffat: 83-98).

Baca Juga:  Nabi Muhammad di Mata Seorang Katolik
Tags : Dakwah Nabi IbrahimDunia IslamInspirasiKader BerbagiKe-IslamanKisahKisah Nabi IbrahimKomsasKomsas UM
Komsas

The author Komsas

Merupakan Komisariat HMI tertua di Kota Malang dan Komisariat pertama sebelum adanya HMI Cabang Malang. Komisariat yang terlahir dari Kampus Universitas Negeri Malang yang dulunya di kenal dengan IKIP Malang.